Friday, November 13, 2009

APEC Kembali ke Singapura Setelah 20 Tahun

Have you ever wondered if what you know about tech is accurate? Consider the following paragraphs and compare what you know to the latest info on tech.
Singapura (ANTARA News) - Setelah 20 tahun, akhirnya Singapura kembali mendapat kehormatan menjamu para pemimpin negara-negara anggota Forum Kerjasama Ekonomi Asia Pasifik (Asia-Pacific Economic Cooperation/APEC), 14-15 November 2009. Kali ini, negeri kota itu menempatkan 21 kepala negara/pemerintahan APEC duduk satu meja membahas isu-isu ekonomi worldwide dalam pertemuan puncak ke-17 APEC yang mengusung tema "Mempertahankan Pertumbuhan, Menghubungkan Kawasan".

Tema itu merefleksikan proses berkelanjutan di APEC untuk memfasilitasi perdagangan dan investasi di kawasan Asia-Pasifik khususnya, dan menanggapi tantangan dari kondisi perekonomian dunia saat ini pada umumnya.

Sebagai salah satu negara yang menggantungkan pendapatan ekonominya dari sektor jasa, tema itu dianggap sangat tepat diusung oleh negara berpenduduk lebih kurang 4,48 juta di ujung selatan Semenanjung Malaysia dan utara Kepulauan Riau Indonesia.

Sekalipun luasnya hanya sedikit lebih luas dari Monaco dan Vatikan, Singapura berada dalam jajaran depan dalam menentukan dinamika perekonomian dunia.

Untuk mendukung prinsip keterhubungan yang coba diusungnya, Singapura mencoba menampilkan keterkaitan negara-negara Asia Pasifik dengan sebuah logo yang menggambarkan 21 sinar yang menyatu menjadi satu kesatuan di pusat, di atas tulisan APEC Singapura 2009.

Menurut keterangan dari laman resmi APEC Singapura 2009, logo itu menunjukkan komitmen 21 negara anggota APEC menuju persatuan, kerjasama, dan sinergi dalam kerangka kepentingan bersama.

Menurut Sejarah Melayu, seperti tertulis pada laman wikipedia, nama Singapura diberikan oleh Sang Nila Utama, pangeran Melayu dari Palembang pada awal abad ke 14, yang berarti "Kota Singa".

Inggris yang tiba di Singapura pada 1819 kemudian mengubah negara itu menjadi sebuah pusat perdagangan. Dari abad 19 hingga 20, Singapura merupakan jajahan Inggris dan menjadi anggota Negeri-negeri Selat (Straits Settlements) bersama Pulau Penang dan Melaka.

Pada 1959, negeri itu diberi hak oleh Inggris untuk memerintah sendiri, dan pada September 1963, digabungkan dengan Persekutuan Malaysia.

Tetapi persekutuan itu terpecah dan Singapura dikeluarkan pada 7 Agustus 1965. Penyebabnya, konflik antara UMNO (partai berkuasa di Malaysia) dan Partai Aksi Rakyat Singapura (PAP) pimpinan Lee Kuan Yew. Akhirnya pada 9 Agustus 1965, Singapura merdeka dan berdiri sebagai negara republik. Ironisnya, Malaysia menjadi negara pertama yang mengakui Singapura sebagai negara merdeka.

Tahun berlalu dan Singapura menjadi sebuah negeri yang sukses dari segi ekonomi dengan PDB per kapita setara dengan negara-negara Eropa Barat.

Saat ini Singapura dipimpin oleh Perdana Menteri Lee Hsien Loong, putra sulung Lee Kuan Yew.

Sekalipun di bidang ekonomi Singapura maju pesat, namun di bidang politik sejumlah pihak cenderung menilai Singapura tidak berubah banyak karena arena politik dikuasai PAP yang telah memerintah sejak Singapura merdeka.

Pemerintah PAP sering disebut memperkenalkan undang-undang yang tidak memberi kesempatan tumbuhnya partai-partai oposisi yang efektif, tetapi replica pemerintahan seperti itu justru berhasil mengubah Singapura menjadi negara maju, bebas dari korupsi dan memiliki pasar ekonomi yang terbuka.

Singapura memiliki sebuah pasar ekonomi yang maju dan terbuka, dengan PDB per kapita kelima tertinggi di dunia.

Bidang ekspor, perindustrian dan jasa aalah sektor terpenting dalam ekonomi Singapura. Pemerintah Singapura mempunyai simpanan uang yang tinggi setelah mewajibakn para pekerjanya menyimpan uang di bank.

Era globalisasi yang terjadi pada saat ini menyebabkan Singapura lebih perhatian kepada usaha untuk menjadikan negara tersebut sebagai sebuah pusat keuangan dan teknologi dalam kawasan Asia.

Selain itu juga Singapura dicurigai banyak mendapat untung dari para konglomerat hitam dari Indonesia yang lari karena tidak adanya perjanjian ekstradisi antar-kedua negara.

Secara geografis, negara seluas 707,1 kilometer persegi itu memiliki 63 pulau. Sebagai negara pulau, Singapura juga memiliki beberapa pulau kecil yang lain seperti Pulau Tekong, Pulau Ubin dan Sentosa. Lokasi tertinggi di Singapura berada di Bukit Timah dengan ketinggian 166 meter.

Semenjak Singapura mereklamasi tanah pada awal 1960, luas wilayah Singapura bertambah 581,5 kilometer persegi pada 1960 dan 699,3 kilometer persegi hingga sekarang. Berdasarkan kalkulasi, luas wilayah Singapura masih akan bertambah 100 kilometer persegi lagi hingga tahun 2030.

Beberapa pulau kecil di Jurong telah direklamasi dan dihubungkan untuk menjadi pulau baru yang lebih besar dan berguna.

See how much you can learn about tech when you take a little time to read a well-researched article? Don't miss out on the rest of this great information.

APEC Ke-17

Kali ini di usia APEC yang ke-20, Singapura kembali menjadi tuan rumah, setelah sebelumnya pada 1990, Singapura menjadi tuan rumah pertemuan tingkat menteri APEC.

Jurubicara Kepresidenan Dino Patti Jalal, menjelang lawatan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ke Singapura, mengatakan para Pemimpin Ekonomi APEC akan membahas prospek penyatuan ekonomi regional dan kemungkinan mempercepat integrasi di kawasan melalui konsep Free Trade Area (FTA) di kawasan APEC.

Secara lengkap, empat isu utama yang akan dibahas dalam pertemuan puncak APEC adalah mempercepat penyatuan perekonomian kawasan dan memenuhi Target Bogor. Tetap menolak proteksionisme ekonomi, meningkatkan arus investasi, dan mendorong solusi atas perundingan perubahan iklim global.

"Dalam pertemuan di KTT APEC, Presiden juga akan menyampaikan pandangan mengenai `balanca growth`," katanya.

Asia secara keseluruhan memiliki cadangan devisa terbesar di dunia dengan pertumbuhan dari 46 persen pada 1995 menjadi 67 persen sepuluh tahun kemudian.

Gabungan cadangan devisa negara-negara seperti China, Korea Selatan, Hong Kong, Jepang, Taiwan, India, Malaysia, dan Singapura pada awal 2000 tercatat sebesar 860 miliar dolar AS dan meningkat menjadi tiga triliun dolar AS pada akhir 2006, bahkan China sendirian memiliki cadangan devisa mencapai 2,272 triliun dolar AS per September 2009.

Besarnya cadangan devisa sejumlah negara kawasan Asia sekalipun secara keseluruhan menunjukkan kuatnya basic perekonomian namun dalam kaitan dengan APEC menunjukkan tidak meratanya aliran masuk kapital secara masif karena termotivasi oleh persepsi resiko.

Sedangkan Juru bicara Departemen Luar Negeri Teuku Faizasyah mengatakan, pemerintah Indonesia akan menyampaikan kajian evaluasi kemungkinan tercapainya Target Bogor bagi negara-negara maju pada 2010 dalam pertemuan puncak APEC.

Teuku Faizasyah mengatakan bahwa negara-negara APEC memiliki waktu untuk mengaji kesiapan itu sebelum pertemuan APEC selanjutnya di Jepang pada 2010.

"Bogor Goals" adalah deklarasi yang dihasilkan dalam KTT APEC 1994 di Bogor untuk mewujudkan visi kerjasama ekonomi. Target Bogor APEC bertujuan untuk menciptakan sistem perdagangan dan investasi yang bebas, terbuka, dan adil di kawasan tahun 2010/2020 untuk ekonomi maju dan ekonomi berkembang, memimpin dalam memperkuat sistem perdagangan multirateral yang terbuka, meningkatkan liberalisasi perdagangan dan jasa.

Pendekatan Target Bogor dilakukan dengan menyepakati pedoman kerja sama APEC yang dikenal sebagai Agenda Aksi Osaka (OAA) yang memuat tiga pilar kerja sama ekonomi APEC --liberalisasi perdagangan dan investasi, fasilitasi usaha, dan kerja sama ekonomi dan teknik--, prinsip umum kerja sama, instrumen pokok kerjasama dan bidang-bidang kerjasama APEC.

Lebih lanjut Faiza mengatakan bahwa secara khusus Indonesia dapat menggunakan pertemuan APEC itu untuk menyampaikan kepada pemerintah-pemerintah negara APEC agenda dan komitmen dari pemerintahan kabinet baru di Indonesia.

APEC adalah meeting kerja sama ekonomi Asia Pasifik yang terbentuk pada 1989. Pada awalnya terdapat 12 negara sebagai pendiri yaitu Australia, Brunei Darussalam, Kanada, Indonesia, Jepang, Republik Korea, Malaysia, Selandia Baru, Filipina, Singapura, Thailand, dan Amerika Serikat.

Sejak saat itu telah menjadi wahana utama di kawasan Asia Pasifik dalam meningkatkan keterbukaan dan praktik kerja sama ekonomi sehingga dapat menarik masukan beberapa negara yaitu Republik Rakyat China, Hongkong-China dan China Taipe untuk bergabung pada 1991 yang kemudian disusul masuknya Meksiko dan Papua Nugini tahun 1993 serta Chili pada 1994.

Sedangkan tiga ekonomi anggota terakhir yaitu Federasi Rusia, Peru dan Vietnam bergabung dalam meeting APEC tahun 1998.

Beranggotakan 21 anggota Ekonomi, APEC merupakan meeting kerja sama ekonomi di wilayah Asia-Pasifik yang bersifat sukarela, informal, dan tidak mengikat.

APEC bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan dan pertumbuhan ekonomi kawasan dan memperkuat kerja sama ekonomi Asia-Pasifik melalui peningkatan quantity perdagangan dan investasi.

Indonesia mendukung peran penting APEC dalam meningkatkan kerja sama ekonomi di kawasan dan berperan aktif dalam pengembangan arah kerja sama APEC kedepan.

Partisipasi Indonesia di APEC dilandaskan pada pentingnya mengantisipasi dan mengambil keuntungan dan mengamankan kepentingan nasional RI dari era perdagangan dan investasi yang semakin bebas di Asia Pasifik.

Manfaat lain dari meeting APEC bagi Indonesia adalah sebagai tempat melibatkan komunitas bisnis Indonesia dalam proses pengembangan kebijakan, sarana pengembangan kapasitas melalui pemanfaatan proyek-proyek APEC.

Selain itu, APEC merupakan meeting bertukar pengalaman, serta meeting yang memungkinkan Indonesia untuk memproyeksikan kepentingannya dan mengamankan posisinya dalam tata hubungan ekonomi internasional yang bebas dan terbuka. (*)

Now you can understand why there's a growing interest in tech. When people start looking for more information about tech, you'll be in a position to meet their needs.

Lobi Politik dan Ekonomi di Asia

If you have even a passing interest in the topic of tech, then you should take a look at the following information. This enlightening article presents some of the latest news on the subject of tech.
Oleh Bob Widyahartono M.A. *) Jakarta (ANTARA News) - Kegiatan negosiasi politik dan ekonomi di Asia (China, Jepang, Korea Selatan, India dan negara anggota perhimpunan bangsa Asia Tenggara/ASEAN) umumnya oleh kebanyakan anggota eksekutif, legislatif dan pengamat dipersepsi sebagai formalitas, dengan masing-masing pihak menyampaikan pokok pokok untuk dikompromikan dan kemudian disepkati. Kegiatan lobi itu mendahului proses negosiasi formal.

Keahlian dan pengetahuan bidang yang ditekuni dan bukan yang umum umum saja. Justru kini makin diperlukan dalam melakukan lobbying di Asia (China, Jepang, Korea Selatan, India dan Negara anggota ASEAN) sebagai kawasan yang makin dinamis dan dipersepsi sebagai pemeran dunia yang makin diunggulkan dibandingkan Amerika Serikat dan Uni Eropa.

Karena realita di atas itu, perlu para aktor lobi, baik yang merasa sudah berpengalaman maupun para pemula, perlu menyadari beberapa kualifikasi dasar berikut ini:

Pertama, kesegaran fisik dan cerebral untuk berpikir dan bertutur kata dalam bahasa, termasuk bahasa Inggris yang jelas, tegas/mantap, sesuai dengan obyek lobi; kedua, menjadi pendengar sebagai bagian komunikasi yang terfokus dan tidak menunjukkan bahasa tubuh yang bimbang dan meragu; dan ketiga, senantiasa meng-up day pengetahuan untuk menyiapkan diri menjelang jadwal lobi yang disepakati.

Darimana isitilah lobby dan kegiatan "melobi"? Lobby adalah suatu ruang tunggu dalam gedung pertemuan umum, hotel, perkantoran instansi pemerintahan atau swasta, ruang makan klub olahraga seperti golf, tennis dan renang. Dalam ruang demikian itu dilakukan pendekatan/negosiasi yang sifatnya masih non-formal.

Investasi dalam pengembangan mutu pelobi harus diadakan, karena ia harus aktif dan menyediakan waktu penuh untuk tugas dan tanggung jawab sebagai pelobi. Seorang pelobi harus sehat fisik maupun cerebral dan tidak mudah bosanan.

Banyak kali terungkap masih belum cukup siap dalam arti kompetensi para pelobi (lobbyist) di Indonesia, baik dalam politik maupun ekonomi. Apalagi kalau mentalitasnya sengaja menutup-tutupi ketidakmampuan dalam memberi bobot dalam proses dan "mau cepat beres" (quick fix mentality) dan tidak menghargai "upaya dan waktu lawan pelobi" yang bermakna. Penerjemah pun yang diberdayakan tidak selalu bermutu dalam pemahaman materi pembicaraan. So, come again? next?

Para penggalang pelobi expert harus berpengalaman dalam membekali para pelobi untuk setiap bahan dan bahasan serta anggaran yang memadai tanpa pemborosan waktu dan dana. Berarti pelobi sebagai profesional ia harus tetap mau belajar atau belajar kembali dan mengenali budaya/sikap pandang lawan pelobi.

It's really a good idea to probe a little deeper into the subject of tech. What you learn may give you the confidence you need to venture into new areas.

Dalam masyarakat internasional baik pemerintahan maupun kegiatan bisnis peranan pelobi (lobbyist) makin strategis untuk memperlancar rangkaian negosiasi. Banyak kali terungkap kesan pe-lobi itu dadakan satu kali einmalig untuk kepentingan politik sedangkan antara lobi politik dan ekonomi saling terkait.

Banyak mantan elit legislatif maupun ekskekutif menonjolkan diri sebagai pelobi, sok sibuk, ikut ikutan dalam lobi tanpa "persiapan dan program". Pengamatan mengungkapkan ada saja pe-lobi menonjolkan diri dengan self publicity di hadapan broken cetak atau elektronik, yang justru terungkap kedangkalan dan menimbulkan situasi meragu dalam negosiasi yang lebih matang.

Sebagai pelobi, kalau tidak menguasai bahasa para lawan pelobi, hendaknya jauh jauh hari dipersiapkan penerjemah profesional dan benar-benar mendalami sinyal-sinyal non-verbal, bahasa tubuh dan gaya komunikasi lawan penerjemah atau lawan bicara. Pelobi melalui penerjemah perlu mengukur diri dalam kecepatan menyampaikan pemikiran dan dengan menghindari sikap serba tergesa nadanya (tone) mendesakkan pendirian atau gagasan, yang justru membuat penerjemahnya serba bingung.

Kembali pada persyaratan baik mental, pengetahuan maupun sarana dana belakangan ini perlu ketrampilan berteknologi informasi, telepon seluler (ponsel), Internet, Facebook, untuk mampu mengungkapkan substansi dalam tahapan tahapan melobi. Kegiatan ini tidak sekali atau instan membuahkan hasil (output). Harus diingat pula bahwa counter lobbyist juga tidak selalu siap sedia berkeinginan mencapai hasil.

Jumlah pelobi itu tidak hanya dalam jumlah yang itu-itu saja untuk kepentingan politik dan atau bisnis. Perlu dikembangkan kader untuk awalnya menjadi pengikut dengan mengobservasi/mencatat, kemudian setelah beberapa kali mampu menjadi pelobi saat dibutuhkan untuk fokus tertentu.

Bekal pengetahuan adalah penting untuk juga menjalani semacam "internalisasi" dulu, agar memadai dalam mutu dan tidak menimbulkan kesan di pihak lawan pe-lobi sebagai dangkal tanpa persiapan dan sok tahu banyak.

Pertanyaan yang menggelitik: apakah untuk menjadi pelobi dan kemudian negosiator expert itu melalui pendidikan formal dengan sertifikat atau ijazah khusus sebagai pertanda telah merampungkan studi formal?

Sertifikat itu, sepertinya pelatihan formal belumlah menunjukkan kualifikasi dalam praktiknya. Hal yang lebih berbobot nilainya adalah minat, persiapan untuk setiap sesi lobi, kemauan berinteraksi sebagai proses ulet, tidak arogan/sombong dan tidak menunjukkan sikap boros dana dan boros waktu.

Inilah pembelajaran kembali seni melakukan lobi yang patut disadari, dipahami dan setiap jangka waktu disegarkan. (*)

*) Bob Widyahartono M.A.(bobwidya@cbn.net.id) adalah pengamat ekonomi Asia Timur; Lektor Kepala di Fakultas Ekonomi Universitas Tarumanegara (FE Untar) Jakarta.

The day will come when you can use something you read about here to have a beneficial impact. Then you'll be glad you took the time to learn more about tech.

Saturday, November 7, 2009

Kisruh Anggodo "Argumentum Ad Misericordiam"

Current info about tech is not always the easiest thing to locate. Fortunately, this report includes the latest tech info available.
Jakarta (ANTARA News) - Berselancar di gelombang kisruh Anggodo Widjojo - adik tersangka kasus korupsi Anggoro Widjojo - publik terus mencari untuk menemukan oase kepercayaan di tengah ketidakpastian gurun kehidupan, yang dalam bahasa Latin disebut sebagai "argumentum ad misericordiam". Tanpa perlu mengerutkan dahi sebagai ungkapan dari kriminalisasi berpikir, publik dapat mengail beberapa contoh argumentum ad misericordiam. Salah satunya dapat dilirik dari kubah percintaan anak baru gede (ABG).

Ungkapan, "Wah, kemarin dia tersenyum padaku. Itu belum pernah terjadi. Aku merancang semua perkataan jenaka yang akan kunyatakan, lalu saat dia menghampiriku, pipiku sontak merona dan aku memilih pergi dari tempat itu." Cihui!

Bertabur pernik jenaka dan bersolek kata-kata di cermin asmara, gejolak amor membuncah lantaran, "ketika jatuh cinta, diriku berubah". Ujung-ujungnya, perasaan serba mempribadi, "aku berantakan ketika dia mendekat, dan lututku tiba-tiba lemas. Mengapa aku tak mampu langsung menghampiri dan mengungkapkan seluruh perasaan ini? Alih-alih, aku tersenyum sendiri".

Asmara berbalut suka. Apakah cinta terwadahi oleh perasaan serba tidak menentu dan melenakan hati serba merindu? Cinta menjawab untuk cinta. Ketika formula khas asmara didikte argumentum ad misericordiam, maka gunjang-ganjing Anggodo pun dapat dibaca oleh publik.

Dalam bahasa Latin, kata "misericordia" artinya belas kasihan, kerelaan, kemurahan dan kedermawanan. Nah, yang diterima publik justru ungkapan sarat belas kasihan. "Pemeriksaan di polisi saya siap, tapi saya jangan diestafet`, saya capek sudah tua," kata Anggodo ketika memberi keterangan di hadapan Tim Delapan di Gedung Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres), Jakarta, Kamis (5/11).

Sekali lagi, publik diseret kepada ungkapan sarat kekhawatiran. "Semalam setelah ada ekspose bapak, saya minta perlindungan atas keselamatan, bukan saya takut diadili rakyat, karena saya yakin saya ini rakyat Indonesia yang butuh keadilan. Begitu gencarnya rakyat, yang saya takutkan itu dari KPK," kata Anggodo kepada Adnan Buyung Nasution yang didampingi sejumlah anggota Tim lainnya.

Baik ungkapan "... saya jangan diestafet, saya capek sudah tua", maupun "...bukan saya takut diadili rakyat, karena saya yakin saya ini rakyat Indonesia yang butuh keadilan", bernuansa kesimpulan yang masih memerlukan dukungan premis-premis mendasar. Mengapa tiba-tiba sampai takut diadili rakyat? Apakah rakyat begitu mengabaikan nurani kemanusiaan?

It seems like new information is discovered about something every day. And the topic of tech is no exception. Keep reading to get more fresh news about tech.

Forum Rapat Kerja Komisi III DPRRI dengan Kepala Polri di gedung DPR, Kamis (5/11) malam, digunakan oleh Kepala Badan Reserse Kriminal Polri Komjen Susno Duaji untuk curhat. "Istri saya tidak sanggup keluar rumah karena katanya saya dapat duit 10 miliar. Apalagi ditambah kata-kata saya harus dipecat. Sebagai sorang muslim, Lillahi Taala saya tidak pernah dapat 10 milyar dari siapapun terkait Bank Century," ujar Susno.

"Ke mana lagi saya harus mengadu. Saya sudah mengadukan pada Tuhan. Cabut nyawa saya kalau saya melakukan. Mudah-mudahan meeting ini bisa melepaskan penderitaan anak istri saya. Yang satu belum tentu salah, yang banyak belum tentu benar," kata dia.

Alunan pernyataan seputar kisruh Anggodo itu bertangga nada meminta belas kasihan, kerelaan, kemurahan dan kedermawanan dari publik. Pengajuan argumentum ad misericordiam bertujuan menimbulkan rasa belas kasihan dan kemurahan hati agar dapat diterima publik dengan nurani bening, dengan hati jernih.

Di bawah tajuk kesesatan relevansi dalam logika, argumen itu biasanya berhubung dengan usaha agar sesuatu perbuatan dimaafkan. Dalam sebuah pengadilan, seorang pesakitan mengajukan argumen untuk menimbulkan belaskasihan hakim. Dan publik diharap tersentuh belaskasihan ketika membaca naskah berjudul kisruh Anggoro.

Menurut Managing Director of Imparsial Rusdi Marpaung, tangisan Susno merupakan cermin institusi kepolisian yang rapuh dalam menghadapi masalah. "Seorang jenderal menangis, itu cengeng juga. Rakyat jadi bisa melihat sendiri itulah mentalitas para pejabat negara dan institusi yang cengeng. Tapi menurut saya, itu air mata buaya yang diperlihatkan semalam," ujarnya, saat jumpa pers, di Kantor Imparsial, Jakarta, Jumat (6/11), seperti diwartakan laman Kompas.

Ketika meniti tepi kisruh Anggodo di bawah cahaya sesat pikir argumentum ad misericordiam, maka publik dicitrakan sebagai penonton dari tonil krisis kepercayaan. Akibatnya, publik diseret kepada tragedi salah belajar, karena dipaksa beroleh hasil instan tanpa melewati proses berjenjang. Lebih lagi, kata "distrust" dan "mistrust" sudah demikian dijejalkan ke telinga publik.

Ketiadaan kepercayaan memupus inovasi dan merusak kreasi publik. Implikasinya, tragedi salah belajar berujung konflik, karena paceklik kepercayaan. Publik tidak lagi dapat menuntut ilmu di sekolah masyarakat. Mata batin publik mengalami krisis kontemplasi kehidupan ketika melewati isu kisruh Anggodo.

Akankah publik berucap, "hatiku hanyalah cangkang kosong dan pedih sepanjang malam. Perutku melilit, jantungku terasa mengempis, denyut nadiku tidak beres." Ini play dari sisi romantis publik karena, "ketika diriku jatuh cinta, maka aku pun berubah".(*)

If you've picked some pointers about tech that you can put into action, then by all means, do so. You won't really be able to gain any benefits from your new knowledge if you don't use it.

Ary Muladi di Mata Para Kenalannya

Would you like to find out what those-in-the-know have to say about tech? The information in the article below comes straight from well-informed experts with special knowledge about tech.
Surabaya (ANTARA News) - Ary Muladi sontak menjadi pusat perhatian masyarakat. Ulahnya membuat jagat hukum di Tanah Air "meradang".Pria kelahiran Solo, Jawa Tengah adalah saksi kunci dalam kasus perseteruan tiga institusi hukum di Indonesia; Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Polri, dan Kejaksaan Agung. Media massa cetak maupun elektronik memberitakan pengusaha yang mulai berkiprah sebagai rekanan Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya, Jatim, pada akhir tahun 1980-an hingga 1990-an.

Ulah Ary tersebut, membuat kaget teman-temannya maupun sesama pebisnis di Surabaya.

"Ya, usianya sekitar 53 tahun. Saya mengenal dia semasa berbisnis di Surabaya tahun 1984," kata pengusaha asal Surabaya yang kini menetap di Jakarta yang enggan disebutkan jati dirinya.

Ia bersama Ary, saat itu menjadi rekanan (pemborong) proyek-proyek Pemkot Surabaya saat kota Pahlawan dipimpin Wali Kota Purnomo Kasidi (alm).

"Orangnya tampan, `cool`, berkumis dan selalu berpakain `modis`, ramah dan enak kalau diajak bicara, segala hal. Saya tidak menyangka, kini ia jadi `markus` (makelar kasus) tingkat tinggi ," ucapnya sambil tersenyum.

Menurut dia, Ary yang supel tersebut memang sering juga berperan sebagai perantara bagi pengusaha lain dalam mengurus perizinan di Pemkot Surabaya.

Jajarang pejabat di Pemkot maupun Polwiltabes Surabaya hingga Polda Jatim banyak yang mengenal dia, sehingga tidak salah bila pebisnis yang berurusan dengan tiga lembaga tersebut, selalu menggunakan jasa Ary.

"Ary dulu sebenarnya pesaing saya dalam berbisnis, karena lingkup usaha dijalani sama. Namun, dalam urusan `membantu` masalah perijinan, saya nggak ikut-ikut. Bukan ranah saya," tuturnya.

Pengusaha yang kini telah "pensiun" itu menuturkan bahwa bila ia hijrah ke Jakarta pada awal 1990-an, Ary menyusul tinggal di Jakarta tahun 2000-an.

"Wah sekarang susah kontak dia, telepon rumah, HP maupun HP milik istrinya (Murti) mati semua. Ya minimal, tadinya saya ingin kontak dia untuk `meringankan` beban, membantu secara moral. Tapi dihubungi saja nggak bisa," paparnya.

Ia menduga, saat berkiprah di Surabaya itulah Ary mengenal Anggodo Widjaja. Dimana "pertemanan" di Kota Pahlawan ini berlanjut saat kakak Anggodo yaitu Anggoro bermasalah dengan hukum.

"Ya kalau Anggodo minta tolong dan percaya kepada Ary, wajar saja. Tapi saya sendiri nggak yakin kalau Ary punya jalur atau mengenal secara dekat dengan pimpinan KPK, kalau staf KPK bisa saja," ujarnya.

Salah seorang wartawan Surabaya Post era 1990-an, Darmantoko, mengaku pernah mendengar nama Ary Muladi menjadi rekanan Pemkot Surabaya sekitar tahun 1990.

"Dulu, saya sempat mendengar nama itu. Namun, saya tidak tahu rekanan dalam proyek apa?" katanya yang dahulu aktif meliput di Pemkot Surabaya.

Ia menerangkan, replica rekanan di Pemkot Surabaya saat itu dibagi menjadi tiga, yakni rekanan besar dengan nilai proyek di atas sekitar Rp1 miliar, sedangkan rekanan menengah ke bawah dengan nilai proyek di bawah Rp500 juta.

How can you put a limit on learning more? The next section may contain that one little bit of wisdom that changes everything.

Rekanan tersebut mengerjakan sejumlah proyek mulai dari pembangunan jalan, gali pipa, spesialis pipa, bangun gedung, serta pengadaan barang dan jasa.

Mantan Ketua Gabungan Pelaksana Konstruksi Indonesia (Gapensi) Jawa Timur, Somingan dan Ketua PDIP Jatim Sutjipto adalah sebagian dari rekanan besar Pemkot Surabaya, di era 1990-an.

"Bisa saja Ari masuk dalam rekanan besar itu," ucapnya.

Namun, lanjut dia, kemungkinan juga Ari masuk dalam rekanan khusus. Artinya rekanan yang secara administrasi diragukan, seperti halnya tidak ada namanya atau tidak memiliki rank hukum (atau tidak dinotariskan).

Hal itu berbeda halnya dengan replica rekanan pemkot yang ada saat ini. Menurut Darmantoko, replica rekanan Pemkot Surabaya saat ini menggunakan "mobile procurement", yakni pengembangan dari "electronic Procurement" (e-Proc).

Sistem tersebut, lanjut dia, membuat rekanan pemkot tidak harus selalu di depan similar to untuk mengakses informasi proyek-proyek pemkot yang sedang ditenderkan. Bahkan, mereka juga dapat mendaftarkan diri dan melakukan penawaran dengan mengirimkan SMS saja.

Komisi
"`Gendeng` (gila)!" itulah kata yang terucap dari seorang pria paruh baya, yang merupakan teman Ary semasa di Surabaya, saat mengetahui temannya itu menjadi pusat pemberitaan.

"Ya, saya mengenal dia saat pacaran dan menikah dengan Murti, janda tiga anak yang juga rekanan Pemkot Surabaya. Dengan Murti (61) Ary tidak punyak anak," katanya, mengungkapkan.

Ia menuturkan, saat menikah dengan Murti, ikut juga selamatan menempati rumah baru di Pondok Nirwana, salah satu perumahan elite di Surabaya.

"Ary itu supel dalam pergaulan, ganteng dan `pengusaha` lagi. Kalau dia mau jadi `playboy` bisa sekali. Tapi saya juga heran, kok dia malah menikahi janda tiga anak yang usianya tujuh sampai delapan tahun lebih tua dari dia," paparnya.

Pernah suatu hari ketika berada di Bandara Juanda Surabaya, bertemu dengan seorang istri menteri era orde baru, dan istri menteri itu saling sapa dengan Ary.

"Ketika saya tanya, kamu kenal Ri. Ya kenal sekali, dia itu mantan pacar saya," katanya sambil terbahak.

Salah seorang dokter gigi, tetangga Ary di perumahan Pondok Nirwana, menyatakan keheranannya atas ulah Ary tersebut.

"Edan! Nggak nyangka saya kalau Ary seperti itu. Saya tahunya dia pemborong, rekanan Pemkot Surabaya. Setelah pindah ke Jakarta, saya nggak pernah bertemu sama sekali," tuturnya.

"Ehhh, tahu-tahu muncul di TV jadi pusat pemberitaan, Ary itu `markus` dengan omzet miliaran rupiah lagi," katanya.

Menurut dia, tidak heran bila ulah pengusaha yang jadi rekanan seperti itu, mengandalkan komisi, pertemanan dan kedekatan dengan pejabat dalam meraih proyek.

"Rumahnya di sini (Pondok Nirwana) sudah disita oleh bank," katanya lirih(*)

I hope that reading the above information was both enjoyable and educational for you. Your learning process should be ongoing--the more you understand about any subject, the more you will be able to share with others.

Sunday, October 25, 2009

anjing kecil roti

Beberapa anjing kecil roti tidak boleh diambil jika ada anak-anak kecil di rumah. Roti seperti miniatur pugs dan celana pendek hanya beberapa. Roti yang lebih kecil terlalu mudah bagi anak kecil menyakiti. Hal ini dapat terjadi dengan jatuh pada mereka atau menginjak mereka. Juga beberapa anjing kecil roti lebih mungkin untuk menggigit dan menggigit. Anjing kecil harus diadopsi ke dalam sebuah rumah dimana terdapat orang tua atau keluarga dengan anak-anak yang lebih tua.

Anjing kecil yang kasar dan memerlukan perhatian. Mereka perlu ruang untuk berjalan. Anjing kecil cenderung lebih hyper daripada anjing besar. Ini adalah hal-hal yang harus Anda pertimbangkan ketika ingin mengadopsi anjing kecil. Hal-hal lain yang perlu dipertimbangkan ketika ingin mengadopsi anjing kecil adalah waktu, uang, dan cinta.

malam dingin, miyabi, ozawa, miyabi bokep , film bokep miyabi , miyabi full , film terbaru miyabi , miyabi 3gp , miyabi wmv , miyabi jpg , gosip miyabi , berita miyabi , www miyabi com , miyabi uncensored,

Tuesday, September 8, 2009

Materi layanan bimbingan kelompok, yaitu:

Materi layanan bimbingan kelompok, yaitu:
1) Pemahaman dan pemantapan kehidupan keberagaman dan hidup sehat.
2) Pemahaman dan penerimaan diri sendiri dan orang lain sebagaimana adanya (termasuk perbedaan individu, sosial dan budaya).
3) Pemahaman tentang dunia kerja, pilihan dan pengembangan karier.
4) Pengambilan keputusan dan perencanaan masa depan.
g) Layanan konseling kelompok
Yaitu layanan bimbingan konseling yang memungkinkan peserta didik memperoleh kesempatan untuk pembahasan dan pengentasan permasalahan yang dialaminya melalui dinamika kelompok. Dinamika kelompok adalah suasana yang hidup yang berdenyut, yang bergerak, yang berkembang yang ditandai dengan adanya interaksi antar sesama anggota kelompok.
Tujuan konseling kelompok, meliputi:
1) Melatih anggota kelompok agar berani berbicara dengan orang banyak.
2) Melatih anggota kelompok dapat bertenggang rasa terhadap teman sebaya.
3) Dapat mengembangkan bakat dan minat masing-masing anggota kelompok.
4) Mengentaskan permasalahan-permasalahan kelompok.
cewek bispak harga hp

Saturday, July 4, 2009

Perilaku bermasalah dalam konseling terapi behaviour

Perilaku bermasalah dalam konseling terapi behaviour
Perilaku bermasalah dalam pandangan behaviorisme dapat dimaknai sebagai perilaku atau kebiasaan-kebiasaan negatif atau perilaku yang tidak tepat, yaitu perilaku yang tidak sesuai dengan yang diharapkan. Perilaku yang salah penyesuaian terbentuk melalui proses interaksi dengan lingkungannya. Artinya bahwa perilaku individu itu meskipun secara sosial adalah tidak tepat, dalam beberapa saat memperoleh ganjaran dari pihak tertentu. Dari cara demikian akhirnya perilaku yang tidak diharapkan secara sosial atau perilaku yang tidak tepat itu menguat pada individu. Misalnya tentang perilaku destruktif di kelas. Dalam beberapa hal memperoleh hukuman dari guru, namun dari lain pihak juga memperoleh pujian atau dukungan dari sebagaian teman-temannya dan dan merasa puas dengan dukungan itu. Oleh karena itu, perilaku destruktif dipertahankan oleh anak.