Monday, November 23, 2009

Hermeneutika Cinta, Jazz dan Jamsostek

The following article presents the very latest information on tech. If you have a particular interest in tech, then this informative article is required reading.
Jakarta, (ANTARA News) - Menempuh ziarah penafsiran atau melakukan hermeneutika sama halnya mencari untuk menemukan pesan dari setiap denyut diskursus jaminan masa depan kehidupan. Jaminan sosial tenaga kerja yang disingkat jamsostek siap dicungkil agar dapat dipahami publik agar jumlah kepesertaan dapat ditingkatkan, bukan justru "dikriminalisasi" sana-sini.

Apakah bukan menggarami laut bila melancarkan hermeneutika di hadapan jamsostek? Idih...jangan sekali-kali putus benang harapan karena jamsostek punya filosofi. Kalau filsafat diasalkan dari kata Yunani "philein" (mencintai) dan "sophia" (kebijaksanaan), maka kebijaksanaan berlawanan dengan kegilaan.

Orang gila dapat memiliki banyak informasi, tetapi tidak dapat menggunakannya. Kosok balik, menjadi bijaksana berarti memiliki pengetahuan dan ketrampilan untuk membuat penilaian tepat sasaran.

Nah, kalau jamsostek punya filosofi, itu artinya jamsostek terus berusaha menggali sedalam-dalamnya dan mengawang setinggi-tingginya untuk memecahkan masalah agar memperoleh kebijaksanaan.

Bagaimana hermeneutika berjudul jamsostek menjawab soal peningkatan kepesertaan dan memberi perlindungan kepada para peserta? Silakan menyanyikan tembang "di sini senang, di sana senang" dengan iringan tembang bercengkok jazz cita rasa Negeri Pam Sam yang memerdekakan kelompok minoritas masyarakat.

Jamsostek adalah langkah pemerdekaan bagi kelompok minoritas masyarakat, utamanya para buruh dan para pekerja. Ini tafsir paripurna dari upaya mencinta terus menerus arus kehidupan agar memperoleh kebijaksanaan yang punya kredo membahagiakan semua untuk semua. Nyata, jamsostek punya sisi kemesraan, jauh dari kekakuan rumusan. Betapa tidak?

Mabuk kepayang punya artikulasi menawan, karena ada ungkapan sarat kemesraan, "Saat aku melihatmu, hatiku berdebar. Tanganku tiba-tiba gemetar, kakiku goyah. Diriku seperti "milkshake" coklat. Aku mencintaimu setulus hatiku ketika kali pertama bertemu denganmu".

Meningkatkan kepesertaan jamsostek dan mensejahterakan peserta jamsostek artinya mendewakan hati dari mereka yang mencintai kehidupan di masa depan. Ini sejatinya hermeneutika dari tajuk berjudul jamsostek.

Apakah jamsostek cukup dicintai? Jauh panggang dari api, kata Direktur Operasional PT Jamsostek Ahmad Anshori. Katanya, para pengusaha di tingkat nasional masih menyepelekan pentingnya Jamsostek. Dia menunjuk pada kasus perseteruan antara BUMN ini dan BUMN yang lainnya, yakni PT Perusahaan Listrik Negara (PLN). "Ada perbedaan persepsi antara perlindungan yang dimaksud PT Jamsostek dengan PLN" katanya pula.

Kalau hermeneutika cinta berjudul jamsostek, maka persepsi dari ruas filosofis lembaga ini mengakar kepada pohon optimisme. Dan jamsostek tetap menebar optimisme bahwa aim mereka akan tercapai. Misalnya, untuk tahun 2009, sebanyak 2,5 juta pekerja dan 17.0666 perusahaan bisa mengikuti berbagai program.

Optimisme cinta jamsostek bukan sumur tanpa dasar. Nyatanya, peserta non aktif PT Jaminan Sosial dan Tenaga Kerja (Jamsostek) mencapai 19 juta orang per akhir September 2009.

How can you put a limit on learning more? The next section may contain that one little bit of wisdom that changes everything.

Jumlah tersebut jauh lebih besar dibandingkan dengan peserta aktif yang hanya mencapai 8,2 juta peserta. Menurut Direktur Utama Jamsostek Hotbonar Sinaga, meningkatnya jumlah peserta non aktif itu akibat dari banyaknya PHK yang dilakukan perusahaan peserta Jamsostek pada masa krisis worldwide awal tahun ini.

Harmoni tembang cinta jamsostek berlanggam jazz, artinya jamsostek lahir dari sifat keterasingan dan ketidakberdayaan untuk membebaskan diri dari kekuatan budaya pengusaha yang cenderung mau menguasai dan tidak memberi ruang gerak pekerja.

Bukankah jazz lahir dari ladang-ladang pertanian, daerah perkebunan dan tempat buruh kasar perusahaan? Inilah hermeneutika jamsostek dalam denting musikalitas jazz yang menjungkirbalikkan kemapanan.

Filsuf Niklas Luhmann yang berkutat dengan "makna" (meaning) mengajukan pertanyaan sarat kebijaksanaan: bagaimana semua ini bisa terjadi? Sulit rasanya mengatakan apa arti klub sepakbola tanpa adanya sistem sepakbola. Dalam sebuah sistem sepakbola terdapat unsur pemain, pelatih, klub-klub, wasit, penonton, dan sponsor.

Hanya sistem sepakbola yang mengorganisasikan sistem sepakbola. Hanya sistem jamsostek yang merujuk kepada dirinya sendiri (self-referential). Kerusuhan sepakbola tidaklah melulu disulut oleh individu, akan tetapi diletupkan oleh elemen-elemen dari sistem sepakbola itu sendiri.

Dalam laga bola, ada "hooligan"; dalam jamsostek ada "kepesertaan dan perlindungan bagi peserta". Inilah simponi dari hermeneutika cinta, jazz dan jamsostek. Caranya, berkomunikasi bersama publik!

Nah, kalau jamsostek ingin terus dikenang sebagai cinta abadi di hati para peserta dan calon peserta maka komunikasi yang dijalankan perlu punya tiga proses, yaitu konten informasi, cara penyampaian dan langkah pemahaman. Mengomunikasikan kepesertaan dan layananan jamsostek tidak terbatas kepada proses pengiriman dan penerimaan informasi.

Apa konten jualan jamsostek ke publik? Hingga Oktober 2009, PT Jamsostek (Persero) telah melakukan pembayaran jaminan dan santunan secara nasional sebesar Rp5,4 triliun atau untuk klaim 728.654 kasus. Dari dana tersebut, alokasi pembayaran yang paling tinggi untuk alokasi pembayaran klaim Jaminan Hari Tua (JHT) sebesar Rp4,2 triliun atau 650.962 kasus, ujar Direktur Kepatuhan dan Manajemen Resiko PT Jamsostek Karsanto.

Dari gelontoran dana Rp5,4 triliun, Jamsostek mengalokasi dana untuk Peningkatan Kesejahteraan Peserta (DPKP) sebesar Rp5,4 miliar, uang rumah KPR terealisasi sebesar Rp40,25 miliar. Sementara, beasiswa bagi anak peserta agenda jamsostek sebesar Rp6,45 miliar dari alokasi dana sebesar Rp24 miliar.

Untuk agenda Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL) telah disalurkan sebagai pinjaman untuk usaha kecil menengah sebanyak 8.051 mitra binaan dengan jumlah dana yang disalurkan sebesar Rp158 miliar. Sedangkan hibah tersalur untuk 14.111 mitra binaan atau dana yang tersalurkan sebesar Rp25,2 miliar. Untuk Program Bina Lingkungan yang dialokasikan untuk bencana alam, sarana ibadah, pelestarian alam, peningkatkan kesehatan sudah disalurkan sebesar Rp30,1 miliar.

Apakah hermeneutika cinta jamsostek semata bersandar kepada angka atau "fiat uang" semata? Tidak juga. Jamsostek berupaya meningkatkan mutu pelayanan menuju pelayanan prima antara lain, jamsostek online, menerapkan Sistem Manajemen Mutu ISO 9001:2000, Good Coorporate Governance (GCG), Pedoman Akuntansi Jaminan Sosial Tenaga Kerja (PAJASTEK). Hermeneutika jamsostek berada di seberang angka, karena ada makna.

Segala usaha untuk menegasi makna berarti sudah mengandaikan makna. Dan makna pembebasan dari hermeneutika cinta akan jamsostek didekonstruksi dalam tiga kata Betawi: bau apek, bau bacin, bau prengus.

Kalau saja jamsostek di-uang-kan, maka dia perlu punya energi untuk menghisap siapa saja yang mendekat. Inilah daya pikat dari "uang" bernama jamsostek. Jamsostek bukan cinta uang, tetapi cinta kemanusiaan bagi masa depan. Inilah hermeneutika jazz berjudul cinta akan jamsostek!(*)

Hopefully the sections above have contributed to your understanding of tech. Share your new understanding about tech with others. They'll thank you for it.

Sunday, November 22, 2009

Dialek Jakarta "Ngge Ade Matinye"

You should be able to find several indispensable facts about tech in the following paragraphs. If there's at least one fact you didn't know before, imagine the difference it might make.
"Ya iya lah, masa ya iya dong. Duren aja dibelah, bukan dibedong," demikian nukilan lagu berjudul "Bukan Superstar" yang disenandungkan Project Pop, kelompok penyanyi asa Bandung, Jawa Barat. Nukilan lagu "anak-anak jebolan universitas di Bandung" itu menunjukkan bagaimana mereka juga sudah biasa menggunakan dialek Jakarta, meski mereka tinggal di luar ibu kota.

"Lah" dan "dong", juga "sih", "doang", "gue", maupun "elu" adalah bagian yang tadinya hanya menandai "omong Betawi". Kini, kata-kata itu digunakan semua orang.

Dalam pengantarnya di Kamus Dialek Jakarta (Edisi Revisi), Harimurti Kridalaksana mengatakan, perkembangan bahasa yang sangat mencolok dewasa ini ialah makin besarnya pengaruh dan peranan dialek Melayu Jakarta dalam bahasa Indonesia.

Unsur-unsur dialek Jakarta sekarang menjadi bagian yang menonjol dari ragam tak resmi, baik lisan maupun tulisan, dalam bahasa Indonesia dewasa ini di Jakarta maupun di luar Jakarta.

Itu disebabkan Jakarta adalah ibukota Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang lebih dominan dan berwibawa dari daerah lain, bukan hanya di bidang politik, melainkan juga dalam segala aspek kehidupan kultural.

"Gaya hidup orang Jakarta menjadi standar bagi orang-orang di luar Jakarta. Segala olah dan tingkah orang Jakarta ditiru," kata Harimurti.

Karena orang Jakarta mempunyai gaya khas dalam cakapnya, maka cakap Jakarta ini pun ditiru sehingga tersebarlah dialek Jakarta. Penyebaran itu diperluas oleh penyebaran broken massa dari Jakarta.

Karya besar

Menjelang akhir 1960-an sampai dengan 1970-an secara berturut-turut lahir satu per satu enam karya besar mengenai dialek Jakarta. Pada periode itu terbit empat disertasi dan dua kamus mengenai dialek tersebut.

Berdasarkan catatan ahli linguistik dari Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya Bambang Kaswanti Puro, keenam karya besar tersebut menjelaskan antara lain tentang seluk beluk dan lahirnya dialek yang kini disebut dialek Betawi atau dialek Jakarta.

Mereka adalah "Melayu Betawi Grammar", disertasi University of Hawaii oleh Kay Ikranagara (1976); "Linguistic and Social Dimensions of Phonological Variation in Jakarta Malay", disertasi Cornell University oleh Stephen Wallace (1976); "Morfologi Dialek Jakarta", disertasi Universitas Indonesia oleh Muhadjir (1977); dan "Jakarta Malay", disertasi (dua jilid) Universitas Leiden (hasil penelitian 1968-1972, oleh C.D. Grijns (1991).

Selain itu, "Worterverzeichnis des Omong Djakarta", oleh Hans Kahler (1966); "Kamus Dialek Jakarta oleh Abdul Chaer" (1976) dan "Kamus Dialek Jakarta", Edisi Revisi (2009).

Tentang dialek Jakarta, Muhajir berpendapat bahwa secara garis besar terbagi atas dua subdialek, yakni dalam kota dan pinggiran di seputar kota.

Sementara itu, Abdul Chaer membedakannya atas empat wilayah geografis. Yang di dalam kota atau yang lazim disebut "Betawi Tengah" atau "Betawi Kota" berada di tiga wilayah yakni (1) Mester Jatinegara, Kampung Melayu, dan sekitarnya, (2) Tanah Abang (Tanah Abang, Petamburan, dan sekitarnya), (3) Karet (Karet, Senayan, Kuningan, Menteng, dan sekitarnya).

Most of this information comes straight from the tech pros. Careful reading to the end virtually guarantees that you'll know what they know.

Subdialek di daerah pinggiran "Betawi Pinggiran" atau "Betawi Ora"; (4) Kebayoran (Kebayoran, Pasar Rebo, Bekasi dan daerah sekitarnya). Muhajir menambahkan Pulo Gadung dan Cengkareng sebagai wilayah Betawi Pinggiran.

Berkaitan dengan perkembangan dialek Jakarta, Bambang Kaswanti Puro mencatat bahwa ketika memasuki abad ke-20, sebagaimana dikemukakan oleh Muhajir, dialek Jakarta berkembang menjadi dua dialek sosial. Yang satu dituturkan oleh penduduk asli Jakarta yang lebih tua dan yang kedua yang dikembangkan oleh generasi muda yang kelahiran Jakarta.

Yang satu itu oleh Wallace disebut berpola tradisional dan konservatif dan yang kedua merupakan broken kreatif dan inovatif yang mulai menyimpang dari pola tradisional.

Yang kedua ini, yang semula merupakan bahasa kaum muda Jakarta, dalam perkembangannya menjadi dasar bagi perkembangan ragam bahasa Indonesia lisan yang informal. Ragam ini meluas diikuti oleh kaum muda di luar wilayah Jakarta dan menyebar juga pemakaiannya di kalangan yang lebih tua.

Bambang juga mencatat bahwa dialek Jakarta tidak lagi semata-mata digunakan dalam broken lisan, tapi mulai merasuki dunia tulis.

"Yang paling menarik adalah karya Firman Muntaco (1935-1993), yang merupakan koleksi ceritanya yang seluruhnya ditulis dengan dialek Jakarta," kata Bambang.

Kisah sedih

Berkaitan dengan empat subdialek yang digambarkan Abdul Chaer, Bambang menyayangkan bahwa kini tidak mungkin lagi subdialek-subdialek itu diteliti dan didokumentasikan karena wilayahnya menjadi porak poranda oleh perkembangan yang bernama modernisasi.

Dalam waktu yang cepat batas-batas antarwilayah itu menjadi makin tidak jelas karena makin meningkatnya urbanisasi dan penduduk asli makin terdesak untuk pindah ke pinggiran Jakarta.

Pada pertengahan abad ke-20 berbagai proyek pembangunan, seperti perumahan di Kebayoran Baru, Grogol, stadion olah raga Senayan, daerah industri Pulo Gadung, telah menggusur dan mencerai-beraikan permukiman yang semula merupakan kampung-kampung tempat tinggal warga Betawi.

"Ini akibat samping dari langkah positif yang namanya pembangunan, tapi yang merupakan kisah sedih bagi penduduk asli Jakarta yang harus membayar mahal. Ini kisah sedih juga bagi para peneliti dan pecinta bahasa dan budaya," kata Bambang.

Telah terbitnya enam karya besar tentang dialek Jakarta, merupakan suatu keberuntungan karena para pecinta bahasa dan budaya, khususnya masyarakat Betawi, melalui karya-karya tersebut dapat menghargai dan menjunjung tinggi nilai-nilai budaya, termasuk bahasa, yang merupakan fondasi dari jati diri masyarakat Betawi.

Apalagi ternyata kini dialek Jakarta, banyak digunakan oleh masyarakat yang tinggal di daerah lain di Indonesia, selain Jakarta, dalam berkomunikasi.

Jadi, meski ada kesedihan karena sejumlah subdialek Jakarta hilang" karena pembangunan, namun melihat perkembangan komunikasi informal saat ini seharusnya ada rasa bangga karena dialek Jakarta sudah menasional.

Dialek Jakarta, kata orang Betawi yang menggunakan subdialek Kebon Jeruk, "ngge ade matinye".  (*)

There's no doubt that the topic of tech can be fascinating. If you still have unanswered questions about tech, you may find what you're looking for in the next article.

Polisi, Oh Polisi

The following article covers a topic that has recently moved to center stage--at least it seems that way. If you've been thinking you need to know more about it, here's your opportunity.
Jakarta (ANTARA News) - Citra Kepolisian Republik Indonesia (Polri) benar-benar terpuruk. Setidaknya hal itulah yang muncul dalam benak masyarakat awam yang hanya bisa mengandalkan informasi broken massa untuk memantau babak baru "pertarungan cicak dan buaya". Babak baru itu dimulai Kamis petang, 19 November 2009. Sejumlah wartawan yang berkumpul di suatu tempat di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, gempar setelah mendapat kabar bahwa pimpinan redaksi harian Kompas dipanggil Mabes Polri.

Kegaduhan semakin menjadi setelah seorang wartawan harian Seputar Indonesia (Sindo) mengabarkan bahwa kantor redaksinya juga mendapat panggilan serupa.

Kedua pimpinan redaksi dua surat kabar nasional itu diminta datang ke Mabes Polri untuk menjelaskan pemberitaan transkrip rekaman pembicaraan telepon antara Anggodo Widjojo dengan beberapa orang yang diperdengarkan dalam sidang Mahkamah Konstitusi (MK), 3 November lalu.

Anggodo adalah adik pengusaha Anggoro Widjojo yang sudah ditetapkan sebagai tersangka penyuapan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Pemanggilan petinggi redaksi kedua broken massa itu langsung mendapat reaksi keras dari sejumlah wartawan dan masyarakat luas.

Puluhan wartawan berunjuk rasa di depan gerbang utama Mabes Polri menolak pemanggilan itu. Mereka menanggalkan kartu tanda pengenalnya di depan gerbang utama Mabes Polri, kemudian mengantungnya di pagar besi sebagai tanda penolakan intimidasi terhadap wartawan.

Beberapa dari mereka bahkan menggantungkan peralatan liputan sebagai tanda protes. Sementara sebagian lainnya membentangkan spanduk bertuliskan "save journalist" atau "Anggodo dijamin, journalist diseret".

Tak hanya di situ, kecaman datang dari segala penjuru. Wakil Ketua Dewan Pers Sabam Leo Batubara menyebut langkah Polri itu tidak tepat, karena broken hanya menyampaikan informasi, termasuk dalam kasus pemutaran rekaman di MK.

"Dua media, yakni Koran Seputar Indonesia dan Harian Kompas, justru dipanggil kepolisian untuk dimintai keterangan karena pengaduan dari Anggodo. Ini hal menyedihkan," katanya.

Keprihatinan serupa diungkapkan oleh berbagai kalangan, mulai dari politisi sampai pengamat hukum.

Tanpa perlu waktu lama, Kepala Divisi Hubungan Masyarakat (Humas) Mabes Polri, Irjen Pol Nanan Soekarna mengungkapkan pemanggilan pimpinan broken massa bukan untuk menjerat pers dan tidak didasarkan pada laporan Anggodo Widjojo.

"Saya tegaskan pemanggilan pimpinan broken itu tidak ada kaitannya dengan laporan Anggodo," kata Nanan.

Nanan menuturkan pemanggilan pimpinan broken cetak justru untuk memformulasikan unsur pidana terhadap Anggodo Widjojo, menyusul rekaman percakapannya dengan sejumlah aparat penegak hukum.

Nanan menyatakan keterangan dari pimpinan broken akan memperkuat sangkaan terhadap Anggodo agar menjadi tersangka.

Rentetan kesalahan

See how much you can learn about tech when you take a little time to read a well-researched article? Don't miss out on the rest of this great information.

Keterangan Nanan selaras dengan pernyataan Kapolri, Jenderal Pol Bambang Hendarso Danuri di hadapan Komisi III DPR RI sehari sebelumnya, bahwa pemanggilan dua petinggi broken massa itu untuk mempercepat pengusutan kasus yang menempatkan Anggodo Widjojo sebagai terlapor.

Ironisnya, baik pernyataan Nanan maupun Kapolri itu tidak sinkron dengan kenyataan di lapangan, karena dari surat pemanggilan kepada Kompas dan Sindo, rujukannya sama sekali tidak mengindikasikan Anggodo sebagai terlapor, atau pihak yang berpotensi ditetapkan sebagai tersangka.

Sebaliknya, rujukan yang dipakai polisi malah mengindikasikan dugaan penyalahgunaan wewenang melalui penyadapan. Dengan kata lain, yang menjadi "sasaran tembak" dalam panggilan itu tak lain adalah KPK, sang penyadap, bukan yang disadap dan didengarkan suaranya oleh jutaan rakyat Indonesia.

Ada dua rujukan yang digunakan Polri untuk memanggil petinggi Kompas dan Sindo. Salah satunya adalah laporan polisi No.Pol.: LP/631/X/2009/Bareskrim tanggal 30 Oktober 2009. Laporan itu tentang dugaan tindak pidana Penyalahgunaan wewenang, pencemaran nama baik dan fitnah sebagaimana dimaksud dalam pasal 421 KUHP jo 310 KUHP jo 311 KUHP.

Meski tidak disebut jelas siapa yang melapor, namun berdasar penelusuran, pada tanggal yang sama Anggodo mendatangi Mabes Polri untuk melapor. Laporan itu terkait beredarnya transkrip rekaman hasil sadapan KPK tentang dugaaan keterlibatan dirinya dalam kasus yang menjerat pimpinan KPK nonaktif, Bibit Samad Rianto dan Chandra Marta Hamzah.

Fakta ini seakan membatalkan pernyataan Nanan yang menegaskan pemanggilan pimpinan redaksi Kompas dan Sindo tidak terkait dengan laporan Anggodo.

Rujukan lain yang digunakan oleh polisi lebih meruncing dan memperjelas siapa yang dibidik dalam kasus itu.

Rujukan itu adalah Laporan Polisi bernomor No.Pol.: LP/637/XI/2009/Bareskrim tanggal 2 November 2009 tentang dugaan telah terjadi tindak pidana Penyalahgunaan wewenang dan penyadapan melalui broken Elektronik, sebagaimana dimaksud dalam pasal 421 KUHP jo Pasal 19 ayat (2) UU No 18 Tahun 2003 tentang Advokat jo Pasal 47 UU tentang ITE (Informasi dan Transaksi Elektronik).

Kalimat "tindak pidana Penyalahgunaan wewenang dan penyadapan" jelas-jelas merujuk pada institusi yang melakukan penyadapan.

Sedangkan pencantuman UU Advokat mengindikasikan ada kerugian pihak tertentu, dalam hal ini advokat, terkait penyadapan tersebut.

Pasal 19 ayat (2) UU Advokat, yang juga dicantumkan dalam rujukan tersebut, menyatakan "Advokat berhak atas kerahasiaan hubungannya dengan Klien, termasuk perlindungan atas berkas dan dokumennya terhadap penyitaan atau pemeriksaan dan perlindungan terhadap penyadapan atas komunikasi elektronik Advokat."

Maka, jelaslah yang bertindak sebagai pelapor dalam pemanggilan Kompas dan Sindo adalah seorang advokat yang merasa dirugikan atas praktik penyadapan.

Seperti diberitakan, rekaman pembicaraan yang diputar di MK pada 3 November 2009 mengungkap pembicaraan antara Anggodo dan sejumlah pihak, salah satunya adalah Bonaran Situmeang, seorang advokat.

Tidak hanya ini, Polri juga telah menuai berbagai kritik, diantaranya tudingan rekayasa kasus Bibit dan Chandra dengan menyebutkan nama cendikiawan Nurcholis Madjid dalam kasus tersebut yang makin membuka cela Polri di mata publik.

Belum selesai berolah pikir untuk menyelesaikan kasus-kasus itu, Polri sudah harus bersilat lidah untuk menenangkan amarah rakyat karena memanggil petinggi broken massa.

Sialnya, silat lidah yang dilakukan Polri bertentangan dengan kenyataan. Rujukan pemanggilan broken massa menunjukkan pertentangan itu. Apakah yang dikatakan para petinggi Polri itu kebenaran? atau justru kebohongan?

Kini Polri harus berhadapan dengan broken massa, konstituen yang selama ini membesarkannya. (*)

Take time to consider the points presented above. What you learn may help you overcome your hesitation to take action.

Friday, November 20, 2009

Nilai-nilai Moral Film 2012

The following article includes pertinent information that may cause you to reconsider what you thought you understood. The most important thing is to study with an open mind and be willing to revise your understanding if necessary.
Surabaya (ANTARA News) - Kendati film "2012" banyak mengundang polemik, agaknya sutradara film Hollywood, Roland Emmerich, sudah berpikir dua kali untuk meluluhlantakkan dunia. Buktinya, sutradara spesialis pembuat kehancuran itu hanya berani "membalikkan" Patung Liberty, Gedung Putih, Empire State Building, dan Patung Yesus Sang Penebus yang semuanya di Amerika, bahkan Basilika Santa Peter di Vatikan.

Namun, sutradara film "Independence Day" dan "The Day After Tomorrow" itu tampaknya tidak berani "menghabisi" Ka`bah di Mekkah, Arab Saudi, kecuali menampakkan ribuan Muslim yang menziarahi "Rumah Allah" (Baitullah) saat itu, lalu ada kehancuran di lokasi lain.

Barangkali, sutradara kelahiran Jerman itu belajar dari "kehancuran" WTC di New York, Amerika pada 11 September 2001 dan serangkaian "ledakan" di banyak negara, termasuk "ledakan" di Bali dan Jakarta (Indonesia).

Sikap hati-hati Emmerich terhadap Ka`bah itu agaknya tidak menyurutkan perlawanan terhadap film "2012", bahkan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Malang dan Situbondo (Jawa Timur) mendesak film itu dihentikan peredarannya.

MUI Kabupaten Malang "melarang" film itu. "Mengenai kapan terjadinya hari kiamat merupakan kuasa dari Sang Pencipta. Jadi, kita tidak boleh menentukan hari ataupun tahunnya. Jika hal itu terjadi maka bisa menyesatkan," kata Ketua MUI Kabupaten Malang, K.H. Mahmud Zubaidi di Malang (16/11).

Idem dengan itu, MUI Kabupaten Situbondo juga melakukan razia peredaran film "2012" di sejumlah warung similar to (warnet), karena film itu dinilai mempengaruhi akidah umat Islam dan meresahkan masyarakat setempat.

"Setiap orang bisa mengunduh film 2012 itu melalui similar to dengan mudah sehingga penyebaran yang semakin luas dikhawatirkan akan meresahkan umat Islam," kata Ketua MUI Situbondo KH Abdullah Faqih Gufron di Situbondo (17/11).

Meski diprotes, film yang juga "mematikan" Presiden Amerika dalam kerumunan barak pengungsian akibat bencana yang "mencampakkan" negara adikuasa itu agaknya tidak sepi dari nilai-nilai moral.

Tentang tahun 2012, film berakhirnya dunia itu tidak memastikan angka tahun seperti itu, namun bersandar dari kearifan lokal dari peradaban bangsa Maya di Guatemala dari masa pra-Colombus atau mulai dari abad ke-6 Sebelum Masehi (SM) hingga abad ke-9 Masehi.

Konon, lenyapnya bangsa Maya itu masih menyisakan sekitar satu juta generasi terakhir mereka dan di antaranya ada yang menjadi ahli geologi.

Ahli geologi yang keturunan bangsa Maya itu bersahabat dengan peneliti Amerika, sehingga taksiran Bangsa Maya bahwa umur dunia akan berakhir pada habisnya penanggalan mereka pada 21 Desember 2012 itu pun terdengar di Amerika.

Now that we've covered those aspects of tech, let's turn to some of the other factors that need to be considered.

Nilai moral Amerika

Kisah dalam film "2012" itu bermula dari dua orang sahabat yakni Dr Adrian Helmsley (peneliti Amerika) dan seorang ahli geologi India yang keturunan Bangsa Maya.

Keduanya menemukan bahwa inti bumi mulai mencair dan hal itu diperkirakan akan memicu bencana alam maha dahsyat, kemudian peneliti muda Dr Adrian pun membocorkan fenomena alam itu kepada pemerintah.

Akhirnya, pemerintah Amerika secara diam-diam menggalang dana dari orang-orang kaya di dunia untuk membiayai pembangunan "kapal selam" raksasa demi menyelamatkan peradaban manusia dari kehancuran pada 2012 itu.

Dalam film itu, Emmerich menampilkan banyak tokoh yang menyikapi "2012" secara pro dan kontra yakni Jackson Curtis (penulis novel fiksi ilmiah) yang kontra, kemudian Jakson Curtis bertemu dengan Charlie Frost (penyiar radio) yang pro atau memercayai kiamat pada tahun 2012.

Namun, kepercayaan Charlie yang terbukti, karena di berbagai belahan Amerika terjadi tanah yang mulai retak, gempa-gempa di mana-mana, bangunan hancur, tsunami di mana-mana, mobil-mobil remuk, meteor-meteor yang berapi pun menghunjam bumi, dan manusia-manusia pun lari berhamburan.

Alur cerita dalam film itu tidak banyak berbeda dengan kisah Nabi Nuh dalam Al Quran. Nabi Nuh membangun kapal raksasa untuk menyelamatkan peradaban saat serangan air bah terjadi, bahkan "kapal selam" ala Emmerich dan kapal raksasa buatan Nabi Nuh itu sama-sama mengangkut berbagai spesies binatang dan berbagai etnis manusia.

Bahkan, film yang menonjolkan kepemimpinan Amerika dalam mengordinir pembuatan "kapal selam" dan mengordinir "isi" dari kapal dari berbagai etnis manusia di bumi itu, memunculkan nilai-nilai moral ala Amerika.

Nilai-nilai yang muncul antara lain Presiden Amerika yang tidak mau "dievakuasi" dalam kapal selam itu dan justru menemani rakyatnya yang mengungsi akibat serangkaian bencana yang melanda, sehingga Presiden Amerika itu pun "mati" dalam "kiamat" itu.

Selain itu, tokoh Dr Adrian Helmsley (peneliti muda Amerika) yang mementingkan rakyat kecil untuk diiikutkan dalam kapal selam itu dan bukan hanya kalangan elite seperti presiden dan menteri dari berbagai belahan dunia.

"Kita tidak hanya membangun peradaban dengan segelintir manusia, tapi kita akan membangun kehidupan baru dengan peradaban kemanusiaan yang baru pula," kata Andrian kepada para elite yang menumpang `kapal selam` itu.

Pandangan itu dibenarkan sosiolog Islam Prof Dr H Nur Syam MA. "Film itu hanya fiksi untuk memenuhi rasa ingin tahu, apalagi broken massa memberi imbas yang mempengaruhi rasa penasaran itu, karena itu tak perlu dilarang.

Agaknya, film "2012" itu tidak akan menduniawikan kiamat atau mendangkalkan akidah, sebab masyarakat yang menonton film itu sudah tahu bahwa film itu hanya fiksi, bahkan film itu bermanfaat dengan adanya nilai-nilai moral yang diselipkan, seperti mengakui kearifan lokal, mementingkan rakyat, dan mengutamakan kemanusiaan.  (*)

That's the latest from the tech authorities. Once you're familiar with these ideas, you'll be ready to move to the next level.

Tiga Butir Kakao Itu Membawa Minah ke Pengadilan

When you think about tech, what do you think of first? Which aspects of tech are important, which are essential, and which ones can you take or leave? You be the judge.
Purwokerto (ANTARA News) - Nenek bernama Minah (55) itu tampak terdiam menghadapi meja hijau Pengadilan Negeri Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Kamis (19/11), tanpa didampingi seorang penasihat hukum. Hari itu merupakan sidang yang ketiga kalinya dia jalani atas dakwaan terhadap dirinya, yakni mencuri tiga butir buah kakao seberat tiga kilogram.

Warga Desa Darmakradenan, Kecamatan Ajibarang ini berusaha tetap tegar saat menyampaikan pembelaan atas dakwaan tersebut karena dia merasa tidak mencuri buah kakao sebanyak tiga kilogram di kebun milik PT Rumpun Sari Antan (RSA) 4 pada pertengahan Agustus silam seperti yang dituduhkan.

"Saya `namung` (hanya, red.) memetik tiga butir buah kakao," kata dia dalam bahasa Banyumasan bercampur Indonesia.

Dia pun meminta Hakim PN Purwokerto Muslich Bambang Luqmono untuk tidak menghukumnya. "Inyong (saya, red.) tidak mau dihukum, Pak Hakim," katanya.

Kendati demikian, majelis hakim tetap menjatuhkan vonis kepada Minah karena mencuri tiga butir buah kakao.

"Menjatuhkan pidana kepada terdakwa selama satu bulan 15 hari dengan ketentuan tidak usah terdakwa jalani kecuali jika terdakwa dijatuhi pidana lain selama tiga bulan masa percobaan," kata Hakim PN Purwokerto Muslich Bambang Luqmono yang terlihat meneteskan air mata.

Menurut hakim, hal-hal yang meringankan terdakwa antara lain Aminah telah lanjut usia.

Selain itu, kata dia, terdakwa merupakan petani kakao yang tidak punya apa-apa.

"Tiga butir buah kakao sangat berarti bagi petani untuk dijadikan bibit dan bagi perusahaan jumlah tersebut tak berarti," kata dia yang tampak terharu dan menahan tangis.

Dia mengaku tersentuh dengan yang dialami Minah karena teringat kehidupan orang tuanya yang juga petani. Bahkan menurut dia, perkara nenek Minah yang dinilai kecil tersebut sudah melukai banyak orang.

Mendengar putusan hakim ini, para pengunjung sidang yang sengaja datang untuk memberi dukungan dan semangat kepada Minah pun menyambutnya dengan bersorak gembira.

Pengunjung pun segera mengumpulkan uang menggunakan kardus untuk diberikan kepada Minah.

Sementara itu Jaksa Penuntut Umum (JPU) Noor Haniah hanya memandang ke arah Minah dan mengaku pikir-pikir.

Sebuah kejadian menarik pun muncul seusai persidangan karena Muslich menyempatkan diri bersalaman dan mencium tangan Minah.


Kakao Pembawa Petaka

Kisah sedih Minah ini berawal dari pencurian tiga butir buah kakao seberat tiga kilogram di kebun PT RSA 4 yang dituduhkan kepadanya.

Saat itu Minah berkeinginan menambah tanaman kakao miliknya yang berjumlah 200 batang sehingga dia memetik tiga butir kakao di kebun PT RSA dan meletakkannya di atas tanah.

Akan tetapi, apa yang dilakukan Minah diketahui mandor PT RSA 4, Tarno alias Nono. Dia pun menegur Minah dan menanyakan perihal kakao yang dicurinya.

It seems like new information is discovered about something every day. And the topic of tech is no exception. Keep reading to get more fresh news about tech.

Minah pun mengatakan jika buah kakao yang dipetiknya akan dijadikan bibit.

Setelah mendengar penjelasan Minah, Tarno mengatakan, kakao di kebun PT RSA 4 dilarang dipetik oleh masyarakat. Dia juga menunjukkan papan peringatan yang terpasang pada jalan masuk perkebunan.

Dalam papan tersebut tertulis petikan Pasal 21 dan Pasal 47 Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2004 Tentang Perkebunan, yang menyatakan bahwa setiap orang tidak boleh merusak kebun maupun menggunakan lahan kebun hingga mengganggu produksi usaha perkebunan.

Minah yang buta huruf itupun segera meminta maaf kepada Tarno sembari menyerahkan tiga butir buah kakao tersebut untuk dibawa mandor itu.

Kendati telah meminta maaf, dia sama sekali tidak menyangka jika perbuatannya justru berujung ke pengadilan.

Akhir Agustus 2009, Minah dipanggil Kepolisian Sektor Ajibarang untuk menjalani pemeriksaan terkait tiga butir buah kakao yang dipetiknya di kebun PT RSA 4.

Atas tuduhan tersebut, Minah dijerat Pasal 362 Kitab Undang-undang Hukum Pidana dengan ancaman hukuman enam bulan penjara.

Terhitung sejak 19 Oktober 2009, kasus itu ditangani Kejaksaan Negeri Purwokerto setelah dilimpahkan oleh kepolisian dan Minah pun ditetapkan sebagai tahanan rumah.

Sejak saat itu pula, Minah harus mondar-mandir dari rumahnya di Dusun Sidoharjo, Desa Darmakradenan, Kecamatan Ajibarang, untuk menjalani pemeriksaan di Kejaksaan Negeri Purwokerto.

Setiap kali menjalani pemeriksaan, Minah harus mengeluarkan ongkos hingga Rp50 ribu untuk ojek dan angkutan umum dari rumahnya menuju Purwokerto yang berjarak sekitar 40 kilometer tersebut.

Dia mengaku kesulitan mencari uang untuk ongkos karena kehidupannya sebagai petani sangat pas-pasan.

"Kadang anak saya memberi ongkos ke Purwokerto. Bahkan, Bu Jaksa juga pernah `nyangoni` (memberi uang saku, red.) saya sebesar Rp50 ribu," kata nenek tujuh anak dan belasan cucu ini.

Kendati demikian, hal itu bukan penghalang bagi Minah untuk menjalani pemeriksaan hingga persidangan di pengadilan karena hal itu demi melepaskan diri dari jeratan hukum.

Kasus yang dihadapi Minah hanya segelintir permasalahan hukum yang dihadapi rakyat kecil. Hanya karena tiga butir buah kakao, Minah harus menghadapi vonis pengadilan.

Vonis yang dihadapi Minah tak sebanding dengan harga kakao yang konon dicurinya.

Harga satu kilogram kakao basah saat ini sekitar Rp7.500. "Itu kalau biji kakao telah dikerok dari buahnya," kata Amanah (70), kakak Minah.

Menurut dia, dari tiga butir buah kakao hanya menghasilka tiga ons biji kakao basah. "Jika dijual, harganya sekitar Rp2.000," katanya.

Akan tetapi dalam dakwaan yang ditujukan kepada Minah, jumlah kerugiannya mencapai Rp30 ribu atau Rp10 ribu per butir.

Dia mengaku heran terhadap dakwaan yang ditujukan kepada adiknya karena selama ini dalam pemberitaan di televisi, banyak pelaku tindak pidana korupsi yang menggerogoti keuangan negara ratusan juta hingga miliaran rupiah, hanya dituntut hukuman maupun vonis yang ringan. (*)

Of course, it's impossible to put everything about tech into just one article. But you can't deny that you've just added to your understanding about tech, and that's time well spent.

Sunday, November 15, 2009

Anak-anak Gaza Berselancar Internet

The following article includes pertinent information that may cause you to reconsider what you thought you understood. The most important thing is to study with an open mind and be willing to revise your understanding if necessary.
Jakarta (ANTARA News) - Yasser Az-Za`eem, anak laki 14 tahun dari kamp pengungsi miskin Shatti di bagian barat Kota Gaza, menghabiskan kebanyakan waktunya di depan komputer murah, yang dihubungan dengan server murah Internet, dan bercakap dengan temannya dari negara lain Arab dan asing. Berselancar di Internet telah menjadi satu-satunya hiburan, bukan hanya buat Az-Za`eem tapi juga buat sebagian besar temannya. Itu adalah salah satu cara bertemu dengan teman baru, menjelajahi jejaring atau bermain game. Dan mereka percaya itu adalah satu-satunya cara menerobos blokade tiga tahun Israel yang diberlakukan atas Jalur Gaza.

Az-Za`eem, yang tak pernah keluar Jalur Gaza sejak dilahirkan di kamp pengungsi itu, mengatakan ia memiliki jaringan hubungan luas dan persahabatan di Internet dengan kerabat dan teman di Tepi Barat Sungai Jordan dan di negara lain di seluruh dunia. "Buat saya, jejaring adalah jendela langka untuk membangkang terhadap pengepungan yang sedang berlangsung," kata Az-Za`eem kepada wartawan kantor berita China, Xinhua --Saud Abu Ramadan dan Emad Drimly.

Anak laki-laki cerdas tersebut mengatakan ia telah mulai belajar cara menggunakan komputer lima tahun lalu, ketika ia mengetahui bahwa sebagian kerabat dan tetangganya memiliki komputer. Ia memohon kepada ayahnya, yang memiliki pekerjaan dengan gaji rendah, agar membelikan dia dan saudara laki-laki komputer Compaq.

Komputer dan laptop, kebanyakan buatan China, berharga antara 500 dan 2.000 dolar AS. Komputer telah diselundupkan ke dalam Jalur Gaza melalui terowongan bawah tanah di perbatasan antara daerah kantung Palestina yang dirundung blokade itu dan Mesir.

"Ketika saya menggunakan komputer untuk pertama kali, saya benar-benar tidak tahu cara menggunakannya," kata Az-Za`eem. "Setelah lima tahun, saya dapat mengatakan saya sedikit ahli dalam penggunaan komputer dan mengetahui cara berselancar di jejaring Internet, yang mengubah dunia jadi satu desa kecil. Komputer buat saya sangat perlu dan berarti."

Meskipun menderita kemiskinan dan pengangguran, kebanyakan dari 1,5 juta warga di wilayah sempit yang miskin tersebut memiliki komputer atau laptop di rumah mereka, dan penjual serta pedagang alat elektronik mengatakan permintaan telah naik setelah harga turun.

MSN messenger, Skype dan yahoo telah menjadi sangat kondang sehingga percakapan dengan teman dan kerabat dari seluruh dunia sambil saling melihat di kamera komputer kini menjadi kegiatan lumrah di Jalur Gaza.

"Saya berselancar di jejaring dan membaca di laman buat anak serta mengunduh permainan. Saya juga mencari information yang membantu saya mengerjakan penelitian dan karya tulis buat sekolah saya, terutama dalam bidang geografi dan matematik," kata Az-Za`eem.

"Tetapi ketika saya berbincang dengan teman-teman, saya iri dengan mereka saat saya membandingkan kondisi hidup saya dengan mereka," katanya.

Sepupu tak pernah bertemu
Az-Za`eem secara rutin berbicara melalui jejaring Internet dengan sepupunya Mohamed, yang tinggal di kota Ramallah, Tepi Barat. Kedua anak itu tak pernah bertemu selama lebih dari dua tahun, sejak Israel memberlakukan blokade ketat atas Jalur Gaza setelah HAMAS merebut kekuasaan atas daerah kantung tersebut pada Juni 2007.

"Ketika saya berbincang dengan sepupu saya, Mohamed, kami menyalakan mikrofon dan kamera jejaring kami seakan-akan kami duduk bersama. Ia memberitahu saya bagaimana kondisi Ramallah dan apa yang ia lakukan di sekolah dan saya mengeluh kepada dia mengenai kesulitan hidup di Jalur Gaza," kata Az`Za`eem.

Az-Za`eem, anak keempat di antara saudara laki-laki dan perempuan, adalah siswa nomor satu di sekolah, tempat ia menggunakan komputer dan keterangan yang ia dapatkan di jejaring guna memperkaya pengetahuannya.

Now that we've covered those aspects of tech, let's turn to some of the other factors that need to be considered.

Bukan hanya ia berselancar di jejaring untuk anak-anak, atau mencari permainan dan keterangan, tapi ia juga mengikuti berita olahrga. Ia adalah penggemar tim sepak bola Spanyol, Barcelon, dan ia terus mengikuti perkembangan terbaru klub itu dan mengetahui nama pemain bintang tim tersebut.

Az-Za`eem juga sangat menyukai piranti lunak rancangan Photoshop, yang ia gunakan untuk mengedit fotonya. Ia mengatakan ia sekarang ahli dalam agenda itu, sementara permainan kesukaannya meliputi GTA, atau Vice City Beach, yang meliputi mengemudikan mobil dan pertempuran.

"Saya pernah membuat tipuan, ketika saya memasang foto ayah saya sedang berdiri bersama seorang perempuan dan saya memperlihatkannya kepada ibu saya dan memberitahu dia bahwa perempuan ini adalah pacar ayah saya. Ibu sangat marah, tapi ketika saya memberitahu dia yang sebenarnya, setiap orang di dalam keluarga saya terbahak-bahak," kata Az-Za`eem.

Ibunya mengatakan ia tidak membiarkan anaknya sendirian di depan komputer. "Kami memantau dia dengan mengamati siapa orang yang diajaknya berbincang, dan kami memastikan bahwa ia tidak menonton gambar porno atau berselancar ke jejaring kelompok Islam fanatik yang akan mengubah cara berfikir anak-anak," katanya.

"Internet sangat bermanfaat, tapi pada saat yang sama sangat berbahay jika orang-tua tidak mengawasi anak mereka. Kami berusaha memastikan Yasser mendapatkan manfaat manfaat dan meningkatkan bakarnya, dan pada saat yang sama kami memantau apa yang biasa ia tonton," kata sang ibu saat ia membawakan segelas jus buat putranya.

Az-Za`eem mengatakan ia berharap dapat membeli komputer yang lebih bagus, lebih cepat dari yang ada sekarang dan memiliki PC pribadi sendiri tanpa berbagi dengan saudara laki-laki dan perempuannya. Namun, ia mengeluhkan pemadaman listrik yang terjadi setiap hari di Jalur Gaza.

Pasokan listrik di daerah kantung tersebut biasanya padam selama sedikitnya lima jam setiap hari karena pembangkit listrik di Jalur Gaza menghadapi kesulitan untuk memperoleh cukup bahan bakar diesel gara-gara blokade Israel.

"Ketika listrik padam, saya pergi menemui teman saya dan kadang-kala kami pergi ke warung Internet, yang memiliki generator listrik, untuk melanjutkan pencarian dan selancar kami," kata Az-Za`eem.

Menurut information statistik tak resmi, ada sebanyak 330 warung Internet di Jalur Gaza, tempat kebanyakan pelanggan mereka adalah anak-anak, remaja dan orang tua, yang pergi ke sana untuk berselancar atau bercakap dengan teman. Mereka yang biasanya mengunjungi warung Internet tak mampu membeli komputer.

Az-Za`eem juga mengeluh bahwa kecepatan Internet sangat lamban di Jalur Gaza akibat sangat banyak pengguna Internet. Ditambahkannya, ayahnya membayar biaya bulanan sebesar 15 dolar AS ke perusahaan telekomunikasi Palestina untuk menggunakan Internet. Kecepatan Internet di rumah Az-Za`eem hanya 128 kilobyte per detik.

Pejabat telekomunikasi Pemerintah Otonomi Nasional Palestina (PNA) Mashour Abu Dagga mengatakan penggunaan Internet telah berkembang baru-baru ini kendati blokade diberlakukan atas Jalur Gaza, dan telah menjadi salah satu faktor penting dalam ekonomi Palestina.

Meskipun Az-Za`eem mencintai komputer dan Internet, ia memimpikan pada suatu hari dapat menjadi seorang insinyur yang mengkhususkan diri dalam bidang pemrograman komputer dan Internet.

"Saya dapat memperoleh banyak uang, tapi saya tahu ini takkan mudah dan saya harus bekerja keras untuk mewujudkan ambisi ini," katanya.(*)

I hope that reading the above information was both enjoyable and educational for you. Your learning process should be ongoing--the more you understand about any subject, the more you will be able to share with others.

Kekhawatiran Bernama Perubahan Iklim

The following article presents the very latest information on tech. If you have a particular interest in tech, then this informative article is required reading.
Jakarta (ANTARA News) - Perubahan iklim dan ramah lingkungan. Dua kata itu menjadi sering terdengar beberapa tahun terakhir dengan semakin sadarnya masyarakat tentang ancaman perubahan iklim yang mengubah kondisi alam secara worldwide maupun lokal. Dengan perubahan iklim, masyarakat worldwide dituntut untuk hidup lebih ramah lingkungan. Tetapi apakah masyarakat mengetahui apakah itu perubahan iklim itu sendiri?

Perubahan iklim merupakan rangkaian sebab akibat dari perubahan unsur-unsur iklim, khususnya suhu udara dan curah hujan yang terjadi secara berangsur-angsur dalam jangka waktu yang panjang antara 50 sampai 100 tahun (inter centenial).

Selain disebabkan faktor-faktor alam, perubahan iklim disebabkan oleh kegiatan manusia (anthropogenic) , khususnya yang berkaitan dengan pemakaian bahan bakar fosil dan alih-guna lahan.

Istilah perubahan iklim sering digunakan secara tertukar dengan istilah "pemanasan global", padahal fenomena pemanasan worldwide hanya merupakan bagian dari perubahan iklim, karena banyaknya parameter iklim seperti temperatur, presipitasi, kondisi awan, angin, maupun radiasi matahari.

Pemanasan worldwide merupakan peningkatan rata-rata temperatur atmosfer yang dekat dengan permukaan bumi dan di troposfer, yang dapat berkontribusi pada perubahan pola iklim global.

Pemanasan worldwide terjadi sebagai akibat meningkatnya jumlah emisi Gas Rumah Kaca (GRK) di atmosfer, dimana gas utama GRK yaitu konsentrasi CO2-ekuivalen (CO2e) yang terbentuk di udara.

Sebelum revolusi industri, terdapat lapisan CO2e setebal 280 ppm. Setelah revolusi industri (1780), konsentrasi CO2e meningkat dari 315 ppm (1930) ke 330 ppm (1970), 360 ppm (1990), dan 380 ppm (2008).

Meningkatnya emisi GRK menjadikan perubahan iklim worldwide yang membuat "bumi semakin panas".

Secara sederhana, perubahan iklim dapat diilustrasikan seperti kondisi di dalam mobil tertutup yang terpapar panas terik sinar matahari.

Suhu di dalam mobil tersebut menjadi panas karena sinar matahari yang masuk menembus kaca mobil membuat seisi mobil menjadi panas karena panas matahari tersebut terperangkap di dalam mobil.

Hal di atas juga terjadi pada bumi, di mana radiasi yang dipancarkan oleh matahari, menembus lapisan atmosfer, masuk ke bumi dan membuat suhu di bumi menjadi hangat untuk kehidupan.

Namun karena makin tebalnya "selimut" atmosfer bumi karena meningkatnya GRK, tak semua gelombang sinar matahari yang dipantulkan keluar oleh bumi dapat menembus atmosfer menuju angkasa luar, sehingga suhu permukaan bumi menjadi lebih panas dari seharusnya.

Peristiwa ini disebut Pemanasan Global, yang yang menyebabkan terjadinya perubahan pada unsur-unsur iklim lainnya, seperti naiknya suhu air laut, meningkatnya penguapan di udara, serta berubahnya pola curah hujan dan tekanan udara yang pada akhirnya merubah pola iklim dunia.

Perubahan unsur-unsur iklim karena pemanasan worldwide tersebut dinamakan Perubahan Iklim.

dampak perubahan iklim
Untuk meneliti, memantau dan menganalisa perubahan iklim secara global, PBB melalui agenda lingkungan PBB (United Nations Environment Programme/UNEP) dan Organisasi Meteorologi Dunia (World Meteorological Organization/ WMO) membentuk Panel antar Pemerintah untuk Perubahan Iklim (The Intergovernmental Panel on Climate Change /IPCC) pada 1988.

Sejak 1990 setiap lima atau enam tahun, IPCC yang terdiri dari ribuan pakar ilmu pengetahuan global, telah mengeluarkan laporan-laporan yang berkaitan dengan ilmu pengetahuan melalui pengamatan dan prediksi untuk mengetahui kecenderungannya di masa depan.

Pada 2007, IPCCC mengeluarkan laporan penelitian ke-empat berjudul Climate Change 2007: Climate Change Impacts, Adaptation and Vulnerability dengan memuat dampak perubahan iklim yang sudah dan yang mungkin akan terjadi di masa depan.

Those of you not familiar with the latest on tech now have at least a basic understanding. But there's more to come.

Fakta-fakta yang terungkap dalam laporan tersebut, antara lain bahwa tingkat pemanasan pada temperatur permukaan bumi rata-rata pada 50 tahun terakhir hampir mendekati dua kali lipat dari rata-ratanya pada 100 tahun terakhir.

Selama 100 tahun terakhir, temperatur permukaan bumi rata-rata naik sekitar 0,74 derajat Celcius, dan jika konsentrasi GRK dominan di atmosfer yaitu karbondioksida meningkat dua kali lipat dari masa pra-industri, akan memacu pemanasan rata-rata mencapai 3 derajat celcius.

Ini akan mengakibatkan gunung es di Amerika Latin mencair, yang berdampak gagalnya panen, sehingga diprediksi hingga tahun 2050 membuat 130 juta penduduk dunia terutama di Asia mengalami kelaparan.

Perubahan-perubahan tersebut merupakan bagian dari pola yang konsisten dan bukti dari adanya gelombang panas (heat waves) yang lebih besar, pola angin baru, kekeringan yang lebih parah di beberapa daerah, bertambahnya presipitasi (curah hujan) di daerah lainnya, melelehnya gletser dan es di Arktik serta naiknya muka laut.

Pada 2080, diprediksi 30 persen garis pantai di dunia lenyap, dan mencairnya lapisan es di kutub mengakibatkan aliran air di Kutub Utara dan membuat Terusan Panama terbenam.

Perubahan tersebut melenyapkan beberapa spesies dan bencana alam secara worldwide yang makin meningkat.

Naiknya suhu udara akan memicu topan yang lebih dasyat hingga mempengaruhi wilayah pantai. Banyak tempat yang kering akan makin kering, sebaliknya sejumlah tempat yang basah akan makin basah. Hal ini membuata distribusi air secara alami kian senjang dan berpotensi meningkatkaan ketegangan dalam pemanfaatan air untuk kepentingan industri, pertanian dan penduduk.

Sekitar 1-3 milyar orang didunia terutama diwilayah miskin, diperkirakan akan menderita kekurangan air kronis pada 2100.

Dari seluruh dampak yang muncul, Asia menjadi bagian dari bumi yang akan menderita paling parah. Setiap kenaikan suhu 2 derajat celcius akan menurunkan produksi pertanian di China dan Bangladesh hingga 30 persen pada 2050.

Kelangkaan air meningkat di India seiring dengan menurunnya lapisan es di pegunungan Himalaya.

Sekitar 100 juta warga pesisir di asia pemukimannya tergenang karena peningkatan permukaan laut antara 1-3 mm/tahun.

apa yang dilakukan?
Pada konferensi PBB di Rio de Jeneiro atau yang lebih dikenal dengan KTT Bumi (Earth Summit) pada Juni 1992, 172 negara peserta memutuskan dibentuknya United Nations Framework Convention on Climate Change (UNFCCC).

Dan ketika KTT Perubahan Iklim ketiga yang diselenggarakan oleh UNFCCC pada Desember 1997 di Kyoto, Jepang, menghasilkan Protokol Kyoto bagi negara-negara perindustrian yang dinamakan negara Annex-1.

Protokol Kyoto merupakan persetujuan sah di mana negara-negara perindustrian akan mengurangi emisi gas rumah kaca mereka secara kolektif sebesar 5,2 persen dibandingkan dengan tahun 1990 dengan membuat suatu mekanisme yang membantu negara-negara tersebut mencapai target.

Sedangkan aim nasional berkisar dari pengurangan 8 persen untuk Uni Eropa, 7 persen untuk AS, 6 persen untuk Jepang, 0 persen untuk Rusia, dan penambahan yang diizinkan sebesar 8 persen untuk Australia dan 10 persen untuk Islandia."

Sebagian besar ketetapan Protokol Kyoto berlaku terhadap negara-negara maju yang disenaraikan dalam Annex I dalam UNFCCC, dan pada saat pemberlakuan persetujuan pada Februari 2005, Protokol Kyoto telah diratifikasi oleh 141 negara, yang mewakili 61 persen dari seluruh emisi.

Bagi negara NON ANNEX I Protokol Kyoto tidak mewajibkan penurunan emisi GRK, tetapi mekanisme partisipasi untuk penurunan emisi tersebut terdapat di dalamnya, prinsip tersebut dikenal dengan istilah "tanggung jawab bersama dengan porsi yang berbeda" (common but differentiated responsbility) .

Beberapa mekanisme dalam Protokol Kyoto yang mengatur masalah pengurangan emisi GRK, seperti implementasi bersama, perdagangan emisi dan mekanisme pembangunan bersih (CDM).

Berbagai usaha tersebut, diharapkan dapat mengurangi emisi GRK dan perubahan iklim yang semakin nyata terjadi.(*)

Now might be a good time to write down the main points covered above. The act of putting it down on paper will help you remember what's important about tech.